Selamat Datang di Website Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Soko "Tiada Gentar Dada ke Muka, Bela Agama Bangsa Negeri"

Amankan Perayaan Natal 2019, GP Ansor Soko Terjunkan Personil Banser di Gereja GKJW Prambontergayang

Soko - Gerakan Pemuda Ansor PAC Soko  menerjunkan anggotanya Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satkoryon Soko untuk pengamanan perayaan Natal pada Minggu, 29/12/2019. Bertempat di Gereja GKJW Pepantan Prambontergayang Kecamatan Soko, kegiatan  yang berlangsung dari pagi hingga siang hari itu berjalan aman serta kondusif.
Dalam pengamanannya Komandan Satkoryon Soko telah berkoordinasi dengan pihak keamanan terkait, baik Polri maupun TNI.

Ansor-Banser Soko Sukses Adakan Diklatsar ke-3

Soko - GP Ansor Soko sukses melaksanakan pendidikan dan pelatihan dasar ( DIKLATSAR) bagi calon anggota Banser ke 3 di Desa Menilo Kecamatan Soko Kb. Tuban.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu diawali dengan acara pembukaan pada Jum’at, 15 Nopember 2019 dan yang menjadi Inspektur Upacara adalah Komandan Syafi’i ( Kasatkoryon Banser Tuban), dalam apel pembukaan tersebut juga dihadiri Forkopimka, Pengurus MWC dan Ranting NU, Ketua Banom dan Lembaga, serta tamu undangan lainnya dan tak ketinggalan seluruh jajaran Satkoryon Banser Soko.

Agenda Triwulan, Ansor - Banser Rapat Koordinasi Mantapkan Persiapan Siklatsar ke 3

Soko - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Soko bersama Jajaran Satkoryon Banser mengadakan Rakor terkait persiapan pelaksanaan Diklatsar Banser ke-3 di Desa Menilo. Sabtu (07/09/19)

Pelaksanaan Rakor tersebut dilakukan oleh jajaran Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor kepada Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor dan Satkorkel Desa Menilo selaku panitia lokal guna memantapkan persiapan kegiatan Diklatsar Banser.

Hadir serombongan Pengurus Anak Cabang Pemuda Ansor pada malam tadi yang dikomandani oleh Sahabat Joko S selaku Kasatkoryon Banser Soko.

Pasca Pelantikan, PAC Ansor Soko Tancap Gas Sosialisasikan Visi dan Misi

Soko - Dalam rangka menjalin koordinasi, Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Soko bersama Jajaran Satkoryon Banser gelar silaturahmi dengan Pengurus Ranting Ansor Desa Simo. Minggu (06/10/19).

Bertempat di Mushola Bapak H. Makmur Ketua PAC GP Ansor Soko menjelaskan upaya menjalin koordinasi dan silaturrahim antara PAC GP Ansor dengan pengurus Ranting dilakukan dalam rangka penguatan serta pengenalan lebih dekat atar pengurus PAC dengan Pengurus Ranting. Mensosialisasikan Visi dan Misi serta menyamakan persepsi menjadi tujuan utama kegiatan silaturahmi ini. 

PAC GP Ansor Soko Masa Khidmat 2019-2021 Resmi dilantik

Soko - Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Soko masa khidmat 2019 - 2021 resmi dilantik pada Rabu, 24 Juli 2019 kemarin . Acara yang dilaksanakan di Gedung Auditorium MWC NU Kecamatan Soko tersebut berjalan dengan Khidmat.
Selesei Prosesi pelantikan acara dilanjutkan dengan kegiatan Seminar yang mengambil tema “Gerakan Pemuda Nahdliyin Peduli Ekonomi Kreatif Dalam Menghadapi  Revolusi Industri 4.0”

Sahabat Adam selaku ketua terpilih dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada sahabat-sahabat pengurus yang lain agar tetap bersemangat dalam menjalankan roda organisasi untuk mengawal ajaran Ahlussunnah wal jamaah serta membentenginya dari ajaran-ajaran yang bertolak belakang.

Kitab-kitab Peraturan Gerakan Pemuda Ansor Kongres 2015

Tidak bisa dipungkiri bahwa sebuah organisasi tidak akan berjalan tanpa sebuah pedoman peraturan. Begiru pula pada Gerakan Pemuda Ansor maupun sayap-sayap organisasinya. Tidak hanya tata cara berorganisasi sistem kaderisasi bahkan administrasi pun diatur sedemikian rupa. Berikut Pedoman organisasi atau biasa disebut PD-PRT GP Ansor beserta PO nya bisa sahabat download pada link dibawah ini.

Diklatsar Banser Soko, adakan Kegiatan Sedulur Ngaji

Soko - Ansor Banser Tuban menggelar acara Sedulur Ngaji Pada Akhir Kegitan DTD Banser Kab.Tuban di Desa Jegulo Soko Kab. Tuban. Acara tersebut diikuti kurang lebih 300 orang terdiri dari Segenap Pengurus serta Anggota Ansor dan Banser Kab.Tuban, Selain itu juga dihadiri Para Kiyai dan tokoh Masyarakat

Sedulur Ngaji adalah gerakan keagamaan yang diharapkan dapat menembus dan menerabas semua segmen yang masih tertutup. Sedulur Ngaji diisi dengan Khataman, istigoshah dan membaca shalawat Nariyah 4444 dan dipimpin oleh Bpk. KH. Akhmat yang dikenal sebagai tokoh agama yang disegani.

Sejarah berdirinya Banser

Soko - Mohammad Zainuddin Kayubi adalah pendiri Banser (Barisan Ansor Serba-Guna) yang berada di bawah naungan Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama (GP Ansor NU). Pegawai Urusan Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar ini pernah aktif sebagai politisi Partai NU di tahun 1950-an dan Sekretaris Pengurus Cabang NU Blitar.

Lahir di Desa Pengkol, Kecamatan Sumoroto, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada 1 Januari 1926. Ayahnya seorang petani biasa. Kakeknya dari jalur ayah adalah seorang lurah yang disegani di kampungnya. Sementara kakek dari jalur ibu pernah menjabat sebagai wedono. Sejak kecil beliau mengenyam pendidikan di Sekolah Ongko Loro Brotonegaran hingga tamat di kelas enam pada tahun 1941. Tidak semua anak desa bisa mencapai tingkatan itu. Sebab pada jaman penjajahan Belanda pendidikan untuk anak pribumi sangat dibatasi. Di wilayah kecamatan Sumoroto saja, hanya dua anak yang bisa tamat sampai kelas enam Sekolah Ongko Loro – dan Kayubi adalah salah satunya.

Amaliyah yang menjadi Ciri Khas NU

NU memang terkenal dengan berbagai amalan yang sering dilakukan secara berjamaah.Tradisi pewarisannya bisa dibilang cukup panjang.Dari generasi ke gemerassi mungkin.Kadangkala banyak juga yang mempertanyakan keabsahan amaliyah ini.Berikut saya ringkas sembilan amaliyah yang umum dikalangan Nahdlotul Ulama:

Tahlilan
Tahlilan adalah salah satu cirikhas kaum NU.Bahkan untuk mengetahui seseorang NU apa tidak cukup dilihat dari apakah seseorang itu ikut kegiatan tahlilan apa tidak.
Tahlilan sendiri adalah sebuah kegitan yang dilakukan bersama oleh kalangan NU yang berisi pembacaan dzikir,tasbih,ayat quran tahlil,tahmid dan lain sebagainya.Biasanya acara ini diselenggarakan dalam berbagai momentum kalangan NU.Yang paling jamak adalah ketika mendoakan seseorang yang sudah meninggal.Biasanya dilakukan pada malam hari pertama sampai ke empta puluh berlanjut terus hari ke 100,1000 dan haul tiap tahunnya.

Sejarah dan Tokoh Berdirinya Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama, disingkat NU, yang artinya kebangkitan ulama. Sebuah organisasi yang didirikan oleh para ulama pada tanggal 31 Januari 1926/16 Rajab 1344 H2 di kampung Kertopaten Surabaya. Untuk memahami NU sebagai organisasi keagamaan secara tepat, belumlah cukup jika hanya melihat dari sudut formal semenjak ia lahir. Sebab jauh sebelum NU lahir dalam bentuk jam’iyyah, ia terlebih dulu ada dan berwujud jama’ah (community) yang terikat kuat oleh aktivitas sosial keagamaan yang mempunyai karakteristik sendiri.

Pemegang Tongkat Komando PAC GP Ansor Soko, Tahun 2011 - 2021

Soko - Ahad 05 Mei 2011 adalah hari dimana menjadi saksi diselenggarakannya Konferensi Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Soko, mengambil lokasi di Kantor MWC NU Kecamatan Soko acara berlangsung dari pagi hingga sore hari.
Acara tersebut dihadiri oleh PC GP Ansor Kabupaten Tuban, MWC NU Kecamatan Soko, PAC Muslimat NU, PAC Fatayat NU, PAC IPNU, PAC IPPNU, dan peserta konferensi se Kecamatan Soko  juga dihadiri oleh Camat Soko Bapak Drs. Achmad Mualim.

Sejarah Berdirinya Gerakan Pemuda Ansor


Soko - Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. 

Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol. Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam. Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air).